Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GICI BUSINESS SCHOOL DEPOK

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GICI BUSINESS SCHOOL DEPOK

STIE GICI DEPOK
Karier dan Pendidikan

Cara Membangun Jaringan Profesional bagi Staf Operasional Bisnis

Pelajari cara membangun jaringan profesional staf operasional melalui refleksi pengalaman kerja, kontribusi, diskusi, dan tindak lanjut pembelajaran.

Cara Membangun Jaringan Profesional bagi Staf Operasional Bisnis

Pernah merasa sudah memiliki cukup banyak pengalaman operasional, tetapi masih kesulitan menjelaskan apa sebenarnya yang sudah dipelajari dari pekerjaan tersebut?

Situasi seperti ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun jaringan profesional. Bagi staf operasional bisnis, networking tidak harus dimulai dengan mengenal sebanyak mungkin manajer atau pemilik usaha.

Relasi yang lebih bermakna dapat tumbuh dari satu pengalaman kerja yang direfleksikan dengan baik, satu orang yang relevan untuk diajak berdiskusi, dan satu kontribusi kecil yang dapat menjadi bahan belajar bersama.

Cara membangun jaringan profesional bagi staf operasional bisnis dapat dimulai dengan menentukan kebutuhan belajar, memetakan pengalaman, mencari rekan yang relevan, membuka percakapan secara spesifik, lalu melakukan tindak lanjut.

 

Mengapa Staf Operasional Bisnis Perlu Bertukar Pengetahuan?

Pekerjaan operasional memberikan banyak pengalaman yang sering kali tidak terasa sebagai proses belajar.

Anda mungkin pernah mengatur pekerjaan harian, berkoordinasi dengan bagian lain, menangani keluhan, membantu menyelesaikan hambatan proses, atau memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.

Setiap pengalaman tersebut sebenarnya menyimpan pertanyaan.

Mengapa suatu cara kerja berhasil? Mengapa proses tertentu sering mengalami hambatan? Bagaimana orang lain menyelesaikan masalah serupa?

Bertukar pengetahuan dengan pengelola usaha atau koordinator tim dapat membantu melihat pengalaman tersebut dari perspektif yang lebih luas.

Seseorang yang terbiasa mengelola tim mungkin melihat persoalan dari sisi pembagian peran. Pelaku usaha dapat melihatnya dari sisi pelanggan, biaya, atau keberlangsungan proses bisnis.

Dari percakapan seperti ini, pengalaman kerja dapat berkembang menjadi pembelajaran yang lebih terstruktur.

 

Saat Pengalaman Kerja Belum Mudah Diterjemahkan Menjadi Pembelajaran

Banyak pekerja dapat menjelaskan apa yang mereka kerjakan setiap hari.

Namun, menjelaskan apa yang dipelajari dari pekerjaan tersebut sering kali lebih sulit.

Misalnya, seseorang mengatakan:

“Saya bertanggung jawab mengatur operasional harian.”

Pernyataan tersebut masih cukup luas.

Coba pecah pengalaman menjadi beberapa pertanyaan.

  1. Tanggung jawab apa yang paling sering Anda jalankan?
  2. Masalah apa yang pernah Anda hadapi?
  3. Keputusan apa yang pernah Anda ambil?
  4. Siapa yang perlu diajak berkoordinasi?
  5. Apa perubahan yang terjadi setelah tindakan dilakukan?
  6. Apa yang Anda pelajari dari proses tersebut?

Dengan cara ini, pengalaman kerja mulai terlihat sebagai rangkaian tanggung jawab, keputusan, dan pembelajaran.

Hal tersebut juga dapat menjadi bahan percakapan yang lebih menarik ketika membangun hubungan profesional.

 

Cara Memulai Percakapan Profesional yang Saling Bermanfaat

Networking tidak selalu harus dimulai dengan memperkenalkan jabatan atau meminta peluang kerja.

Percakapan dapat dimulai dari kebutuhan belajar yang lebih spesifik.

Contohnya:

“Saya sedang belajar merefleksikan pengalaman operasional agar lebih jelas apa yang sebenarnya saya pelajari. Menurut Anda, bagian apa yang sebaiknya saya petakan terlebih dahulu?”

Pertanyaan seperti ini memberi ruang bagi orang lain untuk berbagi sudut pandang.

Agar diskusinya semakin konkret, bawalah satu pengalaman yang memang boleh dibicarakan.

Anda dapat menjelaskan:

  1. Apa tanggung jawabnya.
  2. Apa situasi yang dihadapi.
  3. Apa tindakan yang dilakukan.
  4. Apa hasil yang terlihat.
  5. Apa yang Anda pelajari.
  6. Bagian mana yang masih ingin dipahami.

Percakapan menjadi lebih fokus karena orang lain mengetahui konteks yang sedang Anda pelajari.

 

Buat Peta Tanggung Jawab dan Pembelajaran Kerja

Salah satu kontribusi sederhana yang dapat dibawa dalam networking adalah peta tanggung jawab dan pembelajaran kerja.

Peta ini tidak perlu rumit.

Anda dapat membuat tabel atau catatan sederhana yang menghubungkan pekerjaan dengan pengalaman belajar.

Contohnya:

Tanggung jawab: mengatur jadwal pekerjaan tim.

Pembelajaran: memahami pentingnya prioritas dan koordinasi.

Tanggung jawab: menangani hambatan proses.

Pembelajaran: belajar mengidentifikasi masalah sebelum menentukan tindakan.

Tanggung jawab: berkomunikasi dengan bagian lain.

Pembelajaran: memahami bahwa keputusan operasional sering bergantung pada fungsi lain.

Tanggung jawab: mengevaluasi hasil pekerjaan.

Pembelajaran: belajar membandingkan hasil dengan target.

Peta seperti ini dapat menjadi bahan diskusi dengan koordinator tim atau pengelola usaha.

Gunakan contoh yang aman dibagikan dan hindari informasi internal perusahaan yang bersifat rahasia.

 

Networking Bukan Hanya Meminta Masukan

Hubungan profesional akan lebih kuat ketika berjalan dua arah.

Saat seseorang membantu membaca pengalaman kerja Anda, pikirkan juga kontribusi yang dapat Anda berikan.

Pengalaman operasional memiliki nilai karena Anda melihat langsung bagaimana keputusan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Anda mungkin mengetahui titik proses yang sering menimbulkan keterlambatan, cara komunikasi tertentu yang lebih efektif, atau kendala yang sering muncul ketika prosedur diterapkan.

Sudut pandang tersebut dapat berguna bagi orang lain.

Dengan demikian, percakapan berkembang dari “saya ingin belajar dari Anda” menjadi “kita memiliki pengalaman berbeda yang dapat dipertukarkan”.

 

Menguatkan Bahan Diskusi melalui S1 Manajemen

Pengalaman kerja akan lebih mudah dibahas ketika Anda memiliki kerangka untuk memahaminya.

S1 Manajemen mempelajari pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, serta sumber daya manusia.

Baca juga: Program S1 Manajemen STIE GICI Depok

Bagi staf operasional bisnis, pembelajaran Manajemen dapat membantu menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan konsep yang lebih terstruktur.

Pengalaman mengatur pekerjaan dapat dilihat dalam konteks pengelolaan.

Koordinasi dengan anggota tim dapat dihubungkan dengan sumber daya manusia.

Pengalaman menghadapi kebutuhan pelanggan dapat dibahas dalam konteks pemasaran.

Sementara itu, keputusan penggunaan sumber daya dapat berkaitan dengan aspek keuangan dan pengelolaan bisnis.

Kerangka seperti ini membuat percakapan profesional lebih kaya.

Anda tidak hanya menceritakan apa yang pernah dilakukan, tetapi juga mulai memahami alasan, proses, dan pembelajaran di balik pengalaman tersebut.

 

Dari Rekan Diskusi Menjadi Mitra Belajar yang Dipercaya

Jaringan profesional tidak dibangun melalui satu percakapan saja.

Hubungan berkembang ketika ada tindak lanjut.

Gunakan pola sederhana berikut.

  1. Mulai satu percakapan dengan topik yang jelas.
  2. Bawa satu peta tanggung jawab atau pengalaman kerja.
  3. Minta masukan secara spesifik.
  4. Perbaiki cara Anda memetakan pengalaman.
  5. Kembali dengan hasil perkembangan.

Misalnya, Anda dapat mengatakan:

“Setelah diskusi kemarin, saya mencoba memisahkan antara tanggung jawab, keputusan, dan pembelajaran yang saya dapatkan. Sekarang pengalaman kerjanya lebih mudah saya jelaskan.”

Tindak lanjut seperti ini menunjukkan bahwa masukan benar-benar digunakan.

Hubungan pun memiliki alasan untuk berlanjut.

 

Ukur Jaringan dari Kualitas Pembelajaran

Jumlah kontak bukan satu-satunya ukuran jaringan profesional.

Bagi staf operasional bisnis, jaringan yang bermanfaat dapat terlihat ketika:

  1. Ada orang yang nyaman diajak membahas pengalaman kerja.
  2. Anda mendapatkan sudut pandang baru.
  3. Percakapan berlanjut setelah diskusi pertama.
  4. Anda juga dapat memberikan kontribusi.
  5. Pengalaman kerja semakin mudah dijelaskan.
  6. Anda semakin memahami kemampuan yang sudah terbentuk dari pekerjaan.

Dengan ukuran seperti ini, networking menjadi bagian dari pengembangan profesional, bukan sekadar kegiatan mengumpulkan koneksi.

 

Bagaimana RPL Berkaitan dengan Pengalaman Kerja?

STIE GICI Business School Depok menyediakan S1 Manajemen melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL.

RPL memungkinkan pembelajaran atau pengalaman relevan yang telah dimiliki seseorang untuk dipetakan dan dinilai melalui proses asesmen sesuai ketentuan.

Baca juga: RPL S1 Manajemen STIE GICI Depok

Hal ini berbeda dari networking.

Pengakuan pembelajaran pada RPL ditentukan melalui asesmen, sedangkan hubungan profesional tumbuh melalui interaksi, partisipasi, kontribusi, dan tindak lanjut.

Namun, kebiasaan merefleksikan pengalaman kerja dapat membantu seseorang memahami apa yang sudah dipelajari selama bekerja.

Peta tanggung jawab dan pembelajaran kerja, misalnya, dapat digunakan sebagai latihan pribadi untuk melihat pengalaman secara lebih terstruktur.

Peta tersebut bukan dokumen asesmen resmi RPL. Persyaratan dan bukti yang dibutuhkan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak kampus.

 

Mempelajari Ruang Pengembangan Diri di STIE GICI Depok

STIE GICI Business School Depok menyediakan RPL S1 Manajemen bagi pekerja dan profesional yang ingin melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalankan aktivitas profesional.

Institusi STIE GICI Depok pada data yang tersedia berakreditasi Baik, sementara Program Studi S1 Manajemen terakreditasi Baik Sekali.

Perkuliahan menggunakan metode Tatap Muka dan Hybrid Learning.

Berdasarkan data program, kelas malam tersedia pada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat pukul 18.30–21.30.

Baca juga: S1 Manajemen STIE GICI Depok

Program S1 Manajemen mempelajari pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Bagi pekerja operasional, bidang tersebut dapat membantu memperluas cara memahami pengalaman yang sudah diperoleh melalui pekerjaan.

Jika aspek kolaborasi profesional penting bagi Anda, tanyakan kepada PMB mengenai bentuk diskusi kelas, proyek kelompok, kegiatan profesi, atau akses alumni yang memang tersedia.

Informasi tersebut perlu dikonfirmasi langsung karena bentuk kegiatan dapat berbeda sesuai pelaksanaan program.

Untuk jalur RPL, Anda juga dapat menanyakan bagaimana proses asesmen dilakukan dan pengalaman atau pembelajaran relevan apa yang dapat diajukan sesuai persyaratan.

Informasi program lebih lanjut dapat dilihat melalui website STIE GICI Depok.

Membangun jaringan profesional bagi staf operasional bisnis tidak harus dimulai dengan mengenal banyak orang sekaligus.

Mulailah dari satu pengalaman yang ingin dipahami, satu orang yang relevan, satu peta tanggung jawab dan pembelajaran kerja sebagai bahan percakapan, serta satu tindak lanjut setelah mendapatkan masukan.

 

Dari percakapan tersebut, jaringan profesional dapat berkembang bersama kemampuan Anda memahami pengalaman kerja, menjelaskan kompetensi, dan memperluas pembelajaran di bidang Manajemen.