Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GICI BUSINESS SCHOOL DEPOK

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI GICI BUSINESS SCHOOL DEPOK

STIE GICI DEPOK
Tips Kuliah

Cara Pengelola Bisnis Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Lindungi Waktu Membaca untuk S2

Pelajari cara pengelola bisnis membagi waktu kuliah dan pekerjaan, melindungi waktu membaca, rapat, tugas, serta jadwal S2 Manajemen STIE GICI Depok.

Cara Pengelola Bisnis Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Lindungi Waktu Membaca untuk S2

Bekerja sebagai pengelola bisnis sering membuat hari terasa penuh sebelum sempat menyediakan waktu untuk berpikir.

Ada rapat. Ada koordinasi tim. Ada pekerjaan operasional. Ada keputusan yang harus diambil. Ada pula pekerjaan strategis yang terus tertunda karena urusan harian terasa lebih mendesak.

Ketika ingin melanjutkan S2 sambil bekerja, persoalannya bukan hanya menemukan waktu kosong.

Ada satu jenis waktu yang perlu sengaja dilindungi: waktu membaca dan menganalisis.

Bagi pengelola bisnis yang sedang mempertimbangkan S2 Manajemen, pertanyaannya bukan hanya:

“Apakah saya sempat kuliah?”

Tetapi juga:

“Bagaimana saya tetap membaca dan berpikir strategis ketika rapat harian terus memenuhi kalender?”

 

Saat Rapat Harian Membuat Waktu Belajar Ikut Bergeser

Bayangkan kamu sudah merencanakan membaca materi pada sore hari.

Namun rapat pagi melebar.

Siang ada koordinasi tambahan.

Sore muncul persoalan operasional yang membutuhkan keputusan.

Waktu membaca akhirnya berpindah lagi.

Jika pola seperti ini terus berulang, tugas akademik mungkin masih bisa dikejar saat tenggat mendekat, tetapi proses memahami materi menjadi lebih sulit.

Karena itu, buat dua pola:

  • Minggu biasa, ketika rapat dan pekerjaan relatif terkendali.
  • Minggu sibuk, ketika rapat harian dan keputusan operasional meningkat.

Target membaca pada kedua kondisi tersebut tidak harus sama.

 

Lindungi Waktu Membaca seperti Melindungi Jadwal Rapat

Rapat biasanya memiliki tempat yang jelas di kalender.

Waktu membaca sering tidak.

Akibatnya, membaca mudah dipindahkan setiap kali ada kegiatan lain.

Coba ubah pendekatannya.

Masukkan sesi membaca sebagai agenda yang konkret.

Misalnya:

  • Selasa pukul tertentu untuk membaca satu materi.
  • Kamis untuk merangkum.
  • Sabtu untuk mengembangkan analisis.

Tidak perlu selalu dua atau tiga jam.

Sesi 30–60 menit tetap dapat memberikan kemajuan jika tujuannya jelas.

 

Bedakan Membaca Cepat dan Membaca Mendalam

Tidak semua bacaan membutuhkan pendekatan yang sama.

Membaca awal bisa digunakan untuk:

  • Mengetahui topik.
  • Melihat struktur.
  • Menandai konsep penting.
  • Menemukan istilah yang belum dipahami.

Membaca mendalam digunakan untuk:

  • Membandingkan gagasan.
  • Memahami argumentasi.
  • Menghubungkan teori dengan kasus.
  • Menilai penerapan.

Dengan pembagian ini, waktu pendek tetap bisa digunakan untuk membaca awal.

 

Petakan Benturan Kuliah dan Pekerjaan dalam Kalender Tujuh Hari

Buat kalender berdasarkan kondisi kerja nyata.

Masukkan:

  • Jam kerja.
  • Rapat rutin.
  • Rapat yang sering melebar.
  • Waktu perjalanan.
  • Jadwal kelas.
  • Waktu membaca.
  • Tugas akademik.
  • Tanggung jawab rumah.
  • Waktu makan.
  • Waktu istirahat.

Setelah semuanya terlihat, tentukan ruang belajar.

Sebagai contoh awal:

  • Dua sesi membaca singkat sekitar 45–60 menit.
  • Satu sesi tugas yang lebih panjang.
  • Satu sesi analisis kasus.
  • Satu waktu cadangan.

Angka tersebut hanya contoh.

Sesuaikan dengan beban studi dan tanggung jawab kerja.

 

Bedakan Minggu Biasa dan Minggu Rapat Padat

Pada minggu biasa, gunakan waktu untuk aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.

Misalnya:

  • Membaca materi baru.
  • Menganalisis kasus.
  • Menulis tugas.
  • Membandingkan strategi.
  • Membuat catatan keputusan.

Pada minggu sibuk, kecilkan target.

Misalnya:

  • Membaca ulang catatan.
  • Menyelesaikan satu bagian tugas.
  • Merangkum satu bacaan.
  • Membuat satu alternatif keputusan.
  • Menyiapkan pertanyaan untuk kelas.

Dengan pola seperti ini, satu minggu penuh rapat tidak otomatis membuat proses belajar berhenti.

 

Jangan Menunggu Pekerjaan Strategis Selesai untuk Mulai Belajar

Pekerjaan strategis sering justru paling mudah tertunda.

Ada analisis yang perlu dibuat.

Ada rencana yang harus disusun.

Ada keputusan jangka panjang yang perlu dipikirkan.

Namun pekerjaan harian terus datang.

Hal yang sama bisa terjadi pada pembelajaran S2.

Karena itu, jangan menunggu semua urusan strategis selesai.

Tetapkan batas.

Misalnya:

Setelah jam tertentu, pekerjaan baru yang tidak mendesak tidak lagi dimulai.

Waktu tersebut bisa digunakan untuk membaca atau mengikuti kelas.

 

Pecah Tugas S2 Menjadi Hasil Kecil

Jangan menulis target:

“Kerjakan tugas S2 Manajemen.”

Pecah menjadi:

  • Membaca instruksi.
  • Menentukan masalah.
  • Membaca satu sumber.
  • Menulis ringkasan.
  • Menentukan pilihan strategi.
  • Membandingkan risiko.
  • Menulis satu bagian analisis.
  • Menyusun kesimpulan.

Satu sesi tidak harus menyelesaikan semuanya.

Yang penting ada satu hasil konkret.

 

Ringkas Satu Bacaan, Lalu Uji pada Kasus

Setelah membaca satu konsep, jangan berhenti pada ringkasan.

Gunakan satu kasus fiktif.

Misalnya sebuah usaha mengalami penjualan yang stagnan.

Setelah membaca materi strategi, tanyakan:

  • Konsep mana yang relevan?
  • Apa masalah sebenarnya?
  • Apa pilihan yang tersedia?
  • Apa risikonya?
  • Apa data yang masih dibutuhkan?

Cara ini membantu bacaan tidak berhenti sebagai teori.

 

Dari Membaca Materi menuju Menguji Keputusan

Di tingkat S2, membaca bukan hanya mengumpulkan informasi.

Tujuannya juga untuk membantu menguji cara berpikir.

Misalnya kamu menemukan satu konsep strategi.

Jangan langsung bertanya:

“Apa definisinya?”

Tambahkan:

  • Kapan konsep ini relevan?
  • Dalam situasi apa konsep ini tidak cocok?
  • Apa asumsi di baliknya?
  • Apa risiko penerapannya?
  • Bagaimana membandingkannya dengan alternatif lain?

Pertanyaan seperti ini membantu memperkuat pengambilan keputusan.

 

Hubungkan Waktu Belajar dengan Strategi Bisnis

Pengelola bisnis sudah terbiasa menghadapi konteks nyata.

Misalnya:

  • Penjualan.
  • Biaya.
  • Tim.
  • Pelanggan.
  • Persaingan.
  • Operasional.
  • Target.

Saat belajar S2 Manajemen, pengalaman tersebut dapat digunakan untuk melihat persoalan secara lebih luas.

Bukan hanya:

“Bagaimana target bulan ini tercapai?”

Tetapi:

“Pilihan strategi apa yang paling sesuai dengan kondisi bisnis?”

Cara berpikir seperti ini membutuhkan ruang untuk membaca dan menganalisis.

 

Hubungkan Belajar dengan Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan tidak selalu berarti memilih dengan cepat.

Ada tahap yang perlu dilatih.

Misalnya:

  • Mendefinisikan masalah.
  • Mengumpulkan informasi.
  • Membuat alternatif.
  • Menilai risiko.
  • Memilih tindakan.
  • Mengevaluasi hasil.

Saat belajar, gunakan kasus simulasi untuk melatih tahap tersebut.

 

Gunakan Kasus Simulasi, Bukan Data Rahasia Perusahaan

Pengalaman kerja sangat berguna sebagai konteks.

Namun, latihan akademik tidak perlu menggunakan informasi bisnis yang bersifat terbatas.

Gunakan:

  • Kasus fiktif.
  • Data simulasi.
  • Angka sederhana.
  • Situasi yang sudah dianonimkan.
  • Informasi publik.

Tujuannya adalah melatih analisis tanpa membuka data internal.

 

Sisakan Waktu Cadangan

Rapat dan pekerjaan manajerial bisa berubah dengan cepat.

Karena itu, jangan memenuhi seluruh kalender.

Sediakan satu blok cadangan.

Gunakan ketika:

  • Rapat melebar.
  • Ada keputusan mendadak.
  • Tugas akademik tertunda.
  • Perjalanan lebih lama.
  • Tubuh membutuhkan istirahat.

Kalender yang punya ruang cadangan lebih mudah dipertahankan.

 

Jangan Mengandalkan Begadang

Pekerjaan pengelolaan membutuhkan kualitas keputusan.

Belajar S2 juga membutuhkan konsentrasi.

Jika bacaan selalu baru dimulai saat tubuh sudah sangat lelah, pemahaman akan lebih sulit dibangun.

Pada minggu sibuk, kecilkan target.

Misalnya:

  • Dari dua jam menjadi 45 menit.
  • Dari satu bab menjadi satu bagian.
  • Dari satu kasus penuh menjadi satu pertanyaan.
  • Dari materi baru menjadi review.

Yang dijaga adalah konsistensi.

 

Bangun Kebiasaan Belajar yang Mendukung Perubahan Peran

Kuliah sambil kerja dapat mengubah cara melihat tanggung jawab.

Jika sebelumnya fokus utama:

“Bagaimana pekerjaan hari ini selesai?”

Pertanyaannya bisa berkembang menjadi:

  • Apa masalah strategisnya?
  • Apa pilihan yang tersedia?
  • Apa dampak jangka panjangnya?
  • Apa yang perlu diprioritaskan?
  • Bagaimana keputusan diuji?
  • Bagaimana organisasi diarahkan?

Pembelajaran terstruktur, diskusi, dan umpan balik membantu pengalaman kerja berkembang menjadi cara berpikir yang lebih strategis.

Baca juga: Pelajari S2 Manajemen STIE GICI Depok

 

Evaluasi Kalender Setiap Minggu

Setiap akhir minggu, tanyakan:

  • Apakah pekerjaan utama selesai?
  • Apakah bacaan S2 bergerak?
  • Apakah tugas akademik bertambah progresnya?
  • Apakah rapat mengambil seluruh waktu membaca?
  • Apakah waktu istirahat masih cukup?

Jika seluruh sesi membaca selalu hilang karena rapat, berarti waktunya belum benar-benar dilindungi.

Jika tugas selesai tetapi pemahaman materi terasa dangkal, tambahkan sesi membaca yang lebih terfokus.

 

Contoh Kalender Minggu Biasa Pengelola Bisnis

Contoh sederhana:

Senin

  • Fokus pekerjaan.
  • Mengikuti kelas sesuai jadwal.

Selasa

  • Fokus pekerjaan dan kelas.

Rabu

  • Fokus pekerjaan dan kelas.

Kamis

  • Fokus pekerjaan dan kelas.

Jumat

  • Fokus pekerjaan dan kelas.

Sabtu

  • Membaca lebih mendalam.
  • Mengerjakan analisis kasus.

Minggu

  • Menyelesaikan satu bagian tugas.
  • Menyiapkan bacaan minggu berikutnya.
     

Contoh Kalender saat Rapat Harian Sedang Padat

Pada minggu sibuk, target dapat diperkecil.

Awal minggu

  • Majukan bacaan.
  • Kerjakan bagian tugas yang membutuhkan konsentrasi.

Hari rapat padat

  • Fokus pekerjaan.
  • Gunakan sesi singkat untuk review.

Hari kelas

  • Prioritaskan perkuliahan.

Akhir pekan

  • Gunakan sesi lebih panjang untuk membaca dan menganalisis.

Dengan pola seperti ini, satu minggu rapat yang padat tidak harus menghentikan proses belajar.

 

Menyesuaikan Waktu dengan Kelas Karyawan S2 Manajemen STIE GICI Depok

Jika kamu sedang mempertimbangkan pendidikan formal, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI Business School Depok atau STIE GICI Depok memiliki Program S2 Manajemen Kelas Karyawan (P2K).

Program ini memperdalam strategi bisnis, kepemimpinan, keuangan, dan pemasaran.

Gelar yang diperoleh adalah Magister Manajemen (M.M.).

Program Studi S2 Manajemen tercatat berakreditasi Baik. Institusi STIE GICI Depok juga tercatat berakreditasi Baik.

Data program mencantumkan metode:

  • Tatap Muka
  • Hybrid Learning

Jadwal kelas malam yang tercantum adalah:

  • Senin: 18.30–21.30
  • Selasa: 18.30–21.30
  • Rabu: 18.30–21.30
  • Kamis: 18.30–21.30
  • Jumat: 18.30–21.30

Bagi pengelola bisnis, jadwal tersebut perlu dibandingkan langsung dengan ritme rapat dan jam selesai kerja.

Masukkan ke kalender:

  • Jam selesai kerja.
  • Rapat sore.
  • Waktu perjalanan.
  • Waktu makan.
  • Jadwal kelas.
  • Waktu membaca mandiri.
  • Tugas akademik.
  • Waktu istirahat.

Informasi mengenai apakah seluruh hari tersebut merupakan satu paket wajib atau pilihan jadwal dapat dikonfirmasi kepada pihak kampus.

Baca juga: Informasi S2 Manajemen STIE GICI Depok

 

Perhitungkan Biaya Bersamaan dengan Jadwal

Selain waktu, pembiayaan juga perlu masuk dalam perencanaan.

Data program mencantumkan:

  • Biaya formulir: Rp150.000
  • Biaya herregistrasi: Rp1.125.000
  • Total biaya awal simulasi: Rp1.275.000
  • Simulasi enam kali angsuran: Rp875.000 per bulan

Dengan mengetahui komponen biaya sejak awal, pendidikan dapat dimasukkan ke dalam perencanaan rutin.

Informasi umum kampus juga dapat dilihat melalui website STIE GICI Depok.

 

Bawa Kalender Rapat ketika Bertanya kepada PMB

Jika ingin mengetahui kecocokan program, jangan hanya bertanya:

“Apakah ini kelas karyawan?”

Bawa jadwal kerja aktual.

Kemudian tanyakan:

  • Apakah kelas Senin sampai Jumat semuanya wajib?
  • Apakah hari tersebut merupakan pilihan kelas?
  • Bagaimana pembagian Tatap Muka dan Hybrid Learning?
  • Apakah jadwal berubah setiap semester?
  • Berapa banyak bacaan dan tugas di luar kelas?
  • Bagaimana pola kegiatan akademik untuk profesional dengan rapat harian yang padat?

Pertanyaan seperti ini membantu mendapatkan gambaran yang lebih konkret.

 

Lindungi Waktu Membaca untuk S2

Bagi pengelola bisnis, masalah terbesar bukan selalu kekurangan waktu.

Sering kali, waktu yang membutuhkan konsentrasi mendalam selalu dikalahkan oleh hal yang terasa mendesak.

Rapat menang.

Pesan masuk menang.

Masalah operasional menang.

Sementara membaca terus dipindahkan.

Karena itu, waktu membaca perlu dilindungi seperti agenda penting lainnya.

Mulailah dengan:

  • Membuat kalender tujuh hari.
  • Membedakan minggu biasa dan minggu rapat padat.
  • Menetapkan sesi membaca yang jelas.
  • Memisahkan membaca awal dan membaca mendalam.
  • Memajukan tugas.
  • Memecah tugas menjadi hasil kecil.
  • Menguji bacaan melalui kasus simulasi.
  • Menyediakan waktu cadangan.
  • Menjaga waktu istirahat.

Dengan pola seperti ini, kuliah S2 tidak hanya menjadi aktivitas tambahan setelah bekerja.

Waktu membaca dapat menjadi ruang untuk mengembangkan strategi bisnis dan pengambilan keputusan secara lebih terstruktur.

 

Pelajari S2 Manajemen di STIE GICI Depok, lindungi waktu membaca dalam kalendermu, lalu diskusikan kecocokan pola Tatap Muka dan Hybrid Learning dengan PMB sebelum mendaftar.